Berada di utara pulau Sulawesi tepatnya di Kabupaten Minahasa Selatan Kecamatan Tareran, dengan kondisi alam yang berbukit, yang mayoritas penduduknya menggantukan kehidupannya dengan mengandalkan hasil pertanian.
Kopra dan cengkih adalah komoditas unggulan yang merupakan sumber penopang ekonomi masyarakat. Disamping itu sekitar 30 % lahan merupakan tambak (Telaga) yang di jadikan tempat budidaya ikan air tawar seperti : ikan mas,mujair,gabus dan sekaligus tempat menanam padi sebagai sumber makanan pokok bagi masyarkat.
Berdasarkan cerita turun temurun bahwa Desa Kaneyan berdiri pada awal Abad 16.
Dahulu sebelum menempati lokasi pemukiman sekarang para leluhur desa menempati wilayah yang di namakan "Mawale" yang berada di sebelah barat desa kurang lebih 4 km. Kehidupan di daerah "Mawale" banyak anggota masyarakat yang mengalami sakit-sakitan sehingga oara tetua desa mengaangap wukayah ini tidak cocok untuk di jadikan pemukiman. Maka melalui ritual adat para tua-tua desa mendapat jawaban berdasarkan pertanda burung yang mengisyaratkan tempat yang baik yakni di sebelah timur "Mawale". Ketika akan menempati tempat yang baru ada juga masyarakat yang pada akhirnya kembali ke desa awal yakni Pinamorongan. Dan yang lain datang menempati tempat yang baru. Oleh mereka yang kembali ke desa Pinamorongan menyebut mereka "YANG BERPISAH" (se' tumane). Sebutan itu di sampaika untuk mereka yng datang ke lokasi yang baru yang saat ini di sebut "Kaneyan".